Sejarah UKM KPI Unhas

Perintisan unit kegiatan mahasiswa ini sebenarnya telah dimulai pada tahun 2007. Pada saat itu, ide untuk membuat sebuah UKM Penelitian tingkat Universitas lahir dari beberapa mahasiswa yang terlibat dalam Departemen Riset dan Pengembangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Unhas).

Pada awalnya, keinginan untuk membuat UKM ini diawali oleh pembicaraan beberapa orang yang terlibat dalam departemen tersebut, diantaranya adalah Muliana Muhiddin (FK), Takwim (FK), Fatmawati (FKG), dan beberapa orang lainnya. Hasil dari pembicaraan orang yang terlibat dalam BEM tersebut ternyata belum dapat langsung direalisasikan, hal ini disebabkan karena beberapa dari mereka sibuk menjalankan studinya dan harus menjalani Co-ass, yang pada akhirnya membuat rencana ini menjadi vakum.

Pada tahun 2008, keinginan ini kembali dihadirkan dan melibatkan mahasiswa Unhas dari setiap fakultas. Departemen Riset dan Pengembangan BEM Unhas, membuat kuesioner yang disebar kepada mahasiswa Unhas di setiap fakultas untuk mengetahui pendapat mereka mengenai keinginan untuk membentuk UKM berbasis pengkajian ilmiah dan penelitian ini. Hasil survey yang dilakukan kepada Mahasiswa dan Dosen di setiap Fakultas ini menunjukkan bahwa 81,1% Mahasiswa dan Dosen setuju dengan pembentukan UKM ini sebagai wadah untuk aktualisasi mahasiswa dalam bidang Pengkajian dan Penelitian. Hasil survey yang didapatkan, kemudian menjadi pegangan awal bagi beberapa orang yang terlibat dalam BEM tersebut untuk tetap melanjutkan keinginan untuk membentuk UKM. Observasi juga dilakukan untuk mengetahui eksistensi dari lembaga atau UKM serupa di tingkatan fakultas, dan ternyata ada beberapa fakultas yang telah memiliki UKM berbasis pengkajian ilmiah dan penelitian ini pada tingkatan fakultas, baik secara semi otonom (di bawah garis koordinasi PD III), maupun berada di bawah naungan BEM/Senat Mahasiswa Fakultas.

Setelah mengetahui bahwa juga terdapat lembaga serupa di setiap fakultas, maka komunikasipun dilakukan secara intensif dengan perwakilan- perwakilan lembaga penelitian di setiap Fakultas. Kevakuman BEM Universitas membuat keinginan untuk membentuk UKM ini terhenti untuk sementara, hingga pada pertengahan tahun 2008 hingga awal tahun 2009, keinginan itu kembali digulirkan dan tetap melibatkan perwakilan mahasiswa setiap Fakultas serta perwakilan Lembaga Pengkajian dan Penelitian tingkat Fakultas. Karena kepengurusan lembaga fakultas ini telah berganti, pembicaraan diawali dengan mendengar pendapat setiap perwakilan fakultas mengenai keinginan untuk membentuk UKM berbasis pengkajian ilmiah dan penelitian interdisipliner di tingkat universitas. Dalam rangka memudahkan proses komunikasi yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam BEM Unhas ini (Muliana Muhiddin dkk) maka pengurus yang menjabat pada tahun sebelumnya juga dihadirkan dan dilibatkan. Hasil dari pertemuan yang berlangsung di Gedung IPTEKS ini, suatu kesyukuran mendapatkan hasil yang sama dengan komunikasi awal yang dilakukan, bahwa perwakilan-perwakilan fakultas maupun lembaga pengkajian dan penelitian tingkat fakultas tersebut merasa perlu dengan adanya wadah sinergis yang menjadi fasilitator lembaga- lembaga penelitian maupun kelompok studi di Fakultas untuk melakukan penelitian dan pengkajian interdisipliner. Asumsi lain yang menambah keinginan kuat untuk membentuk UKM ini adalah bahwa belum tersedianya wadah pengkajian ilmiah di tingkatan universitas, sedangkan universitas lain telah memiliki lembaga tersebut.

Berbekal hasil kesepakatan ini, maka proses komunikasi semakin sering dilakukan. Selain dengan perwakilan fakultas, pertemuan juga dilakukan dengan menghadirkan beberapa dosen muda dari beberapa fakultas yang tergabung dalam Komunitas Dosen Muda. Hal ini dilakukan untuk menguatkan keinginan untuk membentuk UKM ini sehingga tidak hanya berbatas pada mahasiswa saja, tetapi juga pada dosen yang pada saat itu diwakili oleh beberapa dosen muda Unhas. Pada tahap selanjutnya, rapat- rapat koordinasipun sering digelar. Rapat Koordinasi awal, tepatnya pada 28 Februari 2009, dihasilkan sebuah kesepakatan untuk membentuk dua Tim, yakni Tim Penyusun Lembaga dan Tim Komunikasi Lanjutan. Tim Penyusun Lembaga bertugas untuk menyusun kelengkapan lembaga yang akan dibentuk, mulai dari grand design, AD dan ART lembaga, serta kelengkapan organisasi lainnya. Tim Komunikasi Lanjutan bertugas untuk menyampaikan keinginan untuk membentuk UKM kepada PR III Unhas bidang Kemahasiswaan dalam bentuk audiensi dan konsultasi dengan beliau, dengan berbekal seluruh kelengkapan organisasi dalam hal administrasi yang telah dibuat. Rapat lainnya berlangsung pada bulan Maret 2009 untuk membahas mengenai AD dan ART, serta kelengkapan Organisasi lainnya. Hingga pada rapat lanjutan yang dilaksanakan tanggal 18 April 2009 dan dipimpin oleh Irwan Muhammad Zain (Teknik Sipil) dicapailah kesepakatan mengenai grand design, AD/ART, Struktur, serta konsep-konsep lain yang merupakan kelengkapan lembaga yang telah dibuat dan disepakati oleh orang-orang yang hadir pada rapat koordinasi tersebut; yang merupakan perwakilan dari beberapa fakultas. Langkah selanjutnya yang ditempuh oleh orang – orang yang tergabung dalam teamwork ini adalah menyiapkan segala hal yang dibutuhkan saat audiensi dan konsultasi dengan PR III bidang Kemahasiswaan. Maka pada hari, Rabu, 29 April 2009, Tim Komunikasi Lanjutan yang diwakili oleh Afni Musdalifah (FISIP), bertemud engan PR III, bapak Ir. H. Nasaruddin Salam, M.T untuk menyampaikan keinginan untuk membentuk UKM pengkajian ilmiah dan penelitian pada tingkatan Universitas, sekaligus meminta kesediaan beliau untuk mendengarkan pemaparan konsep lembaga ini. 
Segala upaya ditempuh untuk menjalankan sebuah itikad baik dari beberapa orang yang tergerak untuk membuat sebuah wadah pengkajian ilmiah sebagai sebuah upaya untuk melahirkan atmosfer akademik di Universitas Hasanuddin dan untuk memajukan bidang akademik melalui kegiatan - kegiatan ilmiah yang akan dilakukandan difasilitasi, salah satunya melalui lembaga ini. Upaya- upaya yang dilakukan ini tidak lain merupakan bagian dari sebuah niat ibadah kepada Allah SWT, berharap bahwa segala yang dilakukan senantiasa mendapat keridhoan dan keberkahan dari sang Pemilik Jagad Raya; serta kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya yang mencintai orang-orang yang terus mencari ilmu dan mengembangkan pengetahuan tetapi tetap tawadhu dan tidak menjadikannya sebagai manusia yang sombong.