Sabtu, 22 Agustus 2020

[TULISAN PASCA BERBAGI DAN BERCERITA EDISI MARET]


Berbagi dan Bercerita (BBC) Pertama ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Maret 2020 pukul 20.10 – 21.00 WITA via Zoom. Ada beberapa peserta yang mengisi BBC kali ini, di antaranya Anugrah Julia (Ketua Umum UKM KPI Unhas), Muflihatul Awalyah (Staf Divisi Penelitian), Sri Fatimah Azzahra (Staf Divisi Kajian), dan Munawwara Ildana (Staf Divisi PSDM). Moderator pada kegiatan ini adalah Wildana (Koordinator Divisi Kesekretariatan). Buku-buku yang diulas pada kegiatan Berbagi dan Bercerita ini juga sangat menarik.

Pertama, buku tentang Al-Fatih. Anugrah Julia mengulas banyak pelajaran dari buku yang membahas panglima hebat dari Dunia Islam ini. Beberapa pelajaran tersebut, di antaranya yaitu :

1.       Ketegasan
Ketagasan dari sosok Muhammad Al-Fatih dapat dijadikan teladan dalam konsep kepempinan. Contoh tindakan yang mencerminkan ketegasannya yaitu ketika dalam misinya untuk menaklukkan Kota Konstantinopel, salah ssatu pasukan yan dipimpinya melakukan keteledoran atau kemalasan yang merupakan seorang Komandan Angkatan Laut Daulah Utsmaniyah yang bernama Balata Ihsanoqlu. Komandan Angkatan Laut tersebut belum berhasil menaklukkan musuk di medan perang, ia dianggap teledor dan malas dalam melakasanakan tanggngjawabnya sehingga Muhammad Al-Fatih mengirim surat kepada komandan tersebut yang berisi surat pemberhentian dan menggantinya dengan seorang baru bernama Hamza Pasya.

2. Keberanian
Contoh dari tindakan yang mencerminkan keberanian oleh sosok Muhammad Al- Fatih yaitu ketika ia tejun langsung dalam peperangan melawan musuh dengan pedangnya.

3. Kecerdasan
Kecerdasan tampak dalam kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dibuktikan dengan idenya dalam menemukan strategi untuk menaklukkan Kota Knstantinopel yaitu dengan cara menyeret kapal-kapal perangnya melalui jalur darat, ia menginstruksikan kepada pasukannya agar jalan-jalan yang akan dilintasi kapal-kapaal tersebut dirataakan dan diluruskan dalam waktu yang singkat kemudian mendatangkan beberapa batang kayu  yang dilumuri minyaak zaitun dan lemak. Setelah itu, diletakkan di atas jalan yang telah disiapkan tersebut dengan cara yang memudahkan peluncuran dan penyeretan kapal-kapal tersebut untuk menyerang kawasan musuh.

4. Tekad Bulat dan Kegigihan
Tekad bulat dan kegigihan yang dicontohkan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih yaitu ketika ia mengirimkan surat kepada Kaisar Konstantinopel untuk menyerahkan kota tersebut agar dapat menghindari peperangan, namun kaisar tersebut menolak. Penolakan ini justru membangkitkan Muhammad Al-Fatih untuk menaklukkan kota tersebut. Ketika beberapa senjata perangnya dimusnahkan oleh musuh, Muhammad Al-Fatih tetap gigih untuk membuat senjata perang yang baru untuk mengganti senjata yang telah rusak tersbut.

5. Sikap Adil
Muhammad Al-Fatih memperlakukan Ahli Kitab sesuai dengan Syariat Islam. Dia memberikan hak-hak keberagaman mereka. Dia tidak pernah berbuat aniaya untuk melampaui batas teerhadaap salah seorang pun dari orang-orang Nasrani.

6. Tidak Terperdaya Dengan Kekuatan Jiwanya, Kuantitas Prajurit dan Kekuasaannya yang Demikian Luas.
Ketika memasuki Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih menyandarkan anugrah tersebut kepada Allah SWT. Lisannya mengucapkan segala puja dan puji serta raasa syukur kepada Tuhannya Ynag telaah menolong dan membantunya. Ini menunjukkan betapa dalamnya keimanan Muahaammad Al-Fatih kepada Allah SWT

7. Keikhlasan
Sesungguhnya kebanyakan sikap yang tercatat di dalam sejarah Muhammad Al-Fatih menunjukkan kepaada kita betaapaa dalamnya keikhlasannya pada agama dan akidahnya, baik di dalam syair-syair maaupun munajat-munajatnya kepada Tuhannya.

8. Ilmunya
Ayahandanya memberikan perhatian kepadanya sejak kecil. Karna itu, Sultan Muhammad Al-Fatih tunduk pada sistem pendidikan di bawah pengawasan sejumlah ulama ternama pada masanya. Dia belajar Al-Qur’an Al-Karim, Hadits, fikih dan ilmu-ilmu modern pada saat itu seperti matematika, Astronomi, Sejarah, dan Kajian Kemiliteran, baik secara teori maupun praktik.

Kedua, serial buku “Anak Mamak” karya Tere Liye yang diulas oleh Muflihatul Awalya. Terdapat  4 novel di dalamnya yang menjadi satu serial yang disebut serial Anak Mamak. Buku pertama berjudul Eliana (Anak Pemberani),  buku kedua Burlian (Anak Spesial),  buku ketiga Pukat (Anak Pintar),  dan buku keempat Amelia (Anak Kuat). Menurut Mufliha, serial ini sangat direkomendasikan untuk dibaca karena penanaman nilai moral sangat tersurat penjelasannya dan cocok sebagai media belajar untuk pembangunan karakter bagi generasi muda. Intisari keempat novel ini menceritakan tentang kehidupan 4 bersaudara. Kedua orang tua mereka senantiasa menanamkan satu sifat pada diri anak-anaknya yang diklaim sebagai sifat anak tersebut.

Ketiga, Zahra yang mengulas buku “Sapiens” karya Yuval Noah Harari.  Dalam buku ini, dibahas tiga revolusi penting membentuk jalannya sejarah. Revolusi kognitif mengawali sejarah  sekitar 70.000 tahun silam. Revolusi pertanian mempercepat sejarah sekitar 12.000 tahun silam. Revolusi sains baru mulai berlangsung 500 tahun silam, boleh jadi akan mengakhiri  sejarah dan mengawali sesuatu yang sepenuhnya berbeda. Buku ini menuturkan kisah bagaimana ketiga revolusi  ini telah berpengaruh pada manusia dan makhluk lain dan apa yang menyatukan umat manusia.

Pada bagian pertama dari buku ini yaitu Revolusi kognitif. Penjinakan api adalah pertanda awal manusia memperoleh kendali atas kekuatan yang berpotensi tak terbatas. Revolusi kognitif merupakan kemunculan cara-cara baru berpikir dan berkomunikasi.

Pada bagian kedua dari buku ini adalah revolusi pertanian. Revolusi pertanian adalah tipuan terbesar dalam sejarah. Revolusi pertanian berdampak pada ledakan populasi dan membuat manusia yang awalnya berpindah-pindah tempat menjadi menetap, membakar hutan dan membangun desa-desa tani. Pada revolusi inilah awal munculnya tulisan yang dibuat oleh sejumlah orang Sumer untuk pengolahan data hasil pertanian. Pada revolusi ini juga mulai muncul imperium-imperium.

Bagian ketiga berisi tentang Pemersatu Umat Manusia. Pemersatu umat yang pertama adalah uang,  adalah sistem kesaling-percayaan paling universal dan paling efisien yang pernah diciptakan. Pemersatu kedua adalah imperium, yaitu  bentuk tatanan politik yang terdiri dari sejumlah suku bangsa yang berbeda dengan perbatasan yang lentur  dan nafsu yang berpotensi tak terbatas. Faktor yang terakhir adalah agama, merupakan pemersatu  akbar  ketiga umat manusia, setelah uang dan imperium.
Revolusi Sains menjadi bagian akhir dari buku ini, cepatnya perkembangan di dunia sains yang pasti mengubah manusia itu sendiri. Di awali dengan keinginan manusia untuk mencari keuntungan dan kuasa, diiringi juga berkembangnya penelitian yang pasti didukung untuk menambah keuntungan dan kekuasaan manusia. Dan yang terpenting adalah revolusi sains bukanlah revolusi pengetahuan. Di atas segalanya, revolusi sains adalah revolusi ketidaktahuan. Penemuan  besar yang meluncurkan revolusi sains adalah  penemuan bahwa manusia tidak  mengetahui jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan mereka. Sains bekerja di ranah prakris.

Terakhir, Munawwara Ildana membagikan hasil bacaannya terhadap buku “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa” karya  Alfi Syahrin. Berbeda dengan buku sebelumnya yang membahas tentang cinta, buku ini membahas tentang masalah kehidupan manusia di jenjang memasuki usia dewasa. Mulai saat SMA, memasuki universitas, menjalani perkuliahan, lulus kuliah, hingga bekerja. Dengan bahasa yang ringan, mudah dicerna dan cenderung sastrawi, buku ini sangat cocok untuk mahasiswa seperti kita yang sering galau terhadap masa depan, yang sedang mengalami quarter life crisis

Pada setiap sesi, peserta yang ada di room dipersilakan untuk memberi pertanyaan terkait buku yang telah diulas. Di akhir kegiatan Berbagi dan Bercerita, moderator memberi kesimpulan dan motivasi untuk terus membaca buku dan membagikan pelajaran yang telah didapatkan kepada orang lain. Tentunya, Berbagi dan Bercerita ini adalah salah satu wadahnya.

0 comments:

Posting Komentar