Sabtu, 22 Agustus 2020

[TULISAN PASCA BERBAGI DAN BERCERITA EDISI MEI]

 


Berbagi dan Bercerita Kedua dilaksanakan pada hari sabtu, 30 Mei pukul 16.20 sampai 17.30 WITA via aplikasi Jitsi. Terdapat 2 pengurus yang membagikan hasil bacaannya, diantaranya Putri Niswatun Hasanah (Staf Divisi Kesekretariatan ) dan Ratnah (Staf Divisi Humas dan Jaringan). Moderator pada kegiatan ini adalah Hasan Sutadi (Angkatan 11 KPI).

Pada sesi pertama, moderator mempersilakan peserta Putri Niswatun Hasanah untuk membagikan hasil bacaannya mengenai buku Biografi Steve Jobs by Walter Isaacson. Bab pertama dimulai dengan cerita kehidupan Ayah kandung Steve Jobs, Abdullahfattah Jandali yang hubungannya dengan kekasihnya, Joane Simpson ditentang oleh orang tua Joane Simpson karena mereka tidak menyukai pria yang berdarah arab. Namun Simpson terlanjur sudah hamil, mereka memutuskan untuk berpisah dan “membuang” Steve Jobs ke panti asuhan yang kemudian diadopsi oleh pasangan muda Paul Jobs dan Clara Jobs. Bab berlanjut ke masa-masa muda Jobs.

Steve Jobs digambarkan sebagai anak-anak muda kebanyakan di masanya, pernah mengkonsumsi LSD dan bergaya hippie. Dalam buku ini juga diceritakan bagaimana Jobs putus kuliah, bekerja di perusahaan Game Atari, pergi untuk mengikuti perjalanan spiritual ke India, perjuangannya mendirikan Apple setelah bertemu dengan Steve Wozniak.

Lika-liku Steve Jobs dalam membangun Apple dijelaskan secara rinci, bagaimana awal mula dia dan Wozniak merakit komputer pertamanya. Kesukesan Macintosh, bertemu-temu sahabat dan juga musuh-musuh dalam bisnisnya. Sikap Steve Jobs yang meledak-ledak dan arogan membuat lingkungan dan beberapa rekan kerjanya frustasi. Hingga John Sculley memecatnya dari Apple, namun Setelah Jobs keluar justru Apple menjadi tambah kacau. Hingga Steve Jobs ditarik kembali ke Apple tahun 1997.
Tak ketinggalan Teman sekaligus seteru Steve Jobs, Bill Gates san pendiri Microsoft pun ikut diwawancara oleh Isaacson. Tentunya Ini akan menjadi cerita bagaimana persaingan Apple dan Microsoft. Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana Steve Jobs membenci Google dan Androidnya.
Peserta kedua sekaligus sebagai peserta terakhir Ratnah mengulas “Film Itaewon Class”.

Film Itaewon Class menceritakan kehidupan Park Sae-roy (dibintangi Park Seo Joon), seorang pemuda gigih yang tak berkompromi dengan ketidakadilan dan korupsi. Pada hari pertama menghadiri sekolah menengah, Park Sae-Roy meninju teman sekelasnya, Jang Geun-won, yang menindas teman sekelasnya yang lain. Jang Geun-won merupakan putra CEO Jang Dae-Hee (Yoo Jae Myung). Jang Dae-Hee kemudian diketahui menjalankan bisnis restoran Jangga tempat ayah Park Sae-roy bekerja. Dia menuntut Park Sae-roy meminta maaf ke putranya, tapi Park Sae-roy menolak. Penolakan itu membuat Park Sae-roy dalam masalah. Dia dikeluarkan dari sekolah dan ayahnya dipecat dari perusahaan Jang Dae-Hee.Tak lama kemudian, Ayah Park Sae-roy meninggal dalam kecelakaan sepeda motor yang disebabkan oleh mantan teman sekelas Jang Geun-won. Park Sae-roy yang terbakar amarah pun membalaskan dendam kepada Jang Geun-won.Lagi-lagi Park Sae-roy merasa diperlakukan tak adil. Dia ditangkap dan menerima hukuman penjara atas serangan kekerasan itu kepada Jang Geun-won.Sejak itu, Park Sae-roy memutuskan untuk menghancurkan perusahaan Jangga dan membalas dendam kepada CEO Jang Dae-hee dan putranya, Jang Geun-won.Setelah dilepaskan dari penjara, ia membuka sebuah restoran di Itaewon, Seoul. Jo Yi-seo (Kim Da-mi) yang populer di media sosial kemudian bergabung dengan restoran Park Sae-roy dan bekerja di sana sebagai manajer.Berpegang teguh pada keyakinan dan amarah atas kejadian yang menimpa sang ayah, Park Sae-roy kemudian berteman dengan pemuda lainnya yang sama-sama keras kepala dan tak kenal takut. Mereka kemudian bersama-sama mengejar mimpi di antara jalan-jalan Itaewon yang sempit. 

Apa yang membuat film ini berkelas ?, prinsip hidup yang dipegang Park Sae Roy, kegigihan dalam usaha bisnis, ketenangan dan keyakinan yang dihadapi saat bertemu dengan masalah, itu benar-benar sangat berhubungan dengan realita kita yang sebenarnya, kita bisa memetik pelajaran penting dari apa yang diperankan. Kalau soal adu jotos yang ada, itu soal karena memang di film ini Jang Geun-won anak dari Jang Dae-hee yang juga sangat menjengkelkan sebagai pemeran antagonis. Tapi ingat diawal film ini Park Sae Roy diekplorasi juga kelemahan pribadinya yakni komunikasi bersosial yang kurang, misalnya keseharian manusia pada umumnya seperti halnya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan membuat film ini menjadi natural, tapi tetap saja ini drama, dan drama itu ada dan banyak nanti gue ceritain apa aja. Yang bikin betah gue nonton film ini salah satunya Kwon Nara sebagai Oh Soo-ah katakanlah cewek yang tegar. Nih cewek mau nunggu Park Sae Roy bertahun-tahun lamanya, tapi endingnya gak jodoh cuy, bayangin lu nunggu seseorang katakanlah cowok yang lagi mengejar cita-citanya dan saat cita-citanya tercapai si doi udah gak suka lagi sama ini cewek dan berpaling ke cewek lain yang diperankan oleh Kim Da mi sebagai Jo Yi-seo  disini banyak penonton yang kecewa, atau mungkin gue doang kali.

Apa yang membuat film ini berkelas? Pinsip hidup yang dipegang Park Sae Roy, kegigihan dalam usaha bisnis, ketenangan dan keyakinan yang dihadapi saat bertemu dengan masalah, itu benar-benar sangat berhubungan dengan realita kita yang sebenarnya, kita bisa memetik pelajaran penting dari apa yang diperankan. Itu karena memang di film ini Jang Geun-won anak dari Jang Dae-hee yang menjadi peran antagonis. Tapi ingat diawal film ini Park Sae Roy diekplorasi juga kelemahan pribadinya yakni komunikasi bersosial yang kurang, misalnya keseharian manusia pada umumnya seperti halnya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan membuat film ini menjadi natural. Yang menarik dari nonton film ini salah satunya Kwon Nara sebagai Oh Soo-ah katakanlah cewek tegar yang mau menunggu Park Sae Roy bertahun-tahun lamanya, tapi endingnya cintanya tidak saling dipertemukan, 

Pada setiap sesi, peserta yang ada di room dipersilakan untuk memberi pertanyaan terkait buku yang telah diulas. Di akhir kegiatan Berbagi dan Bercerita, moderator memberi kesimpulan dan motivasi untuk terus membaca buku dan membagikan pelajaran yang telah didapatkan kepada orang lain. Tentunya, Berbagi dan Bercerita ini adalah salah satu wadahnya.

0 comments:

Posting Komentar