Selamat Datang di Website Resmi
UKM KPI Unhas

UKM KPI Unhas merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Hasanuddin yang bergerak di bidang Keilmuan dan Penalaran

Blog

LATEST FORM Blog

APLIKASI EKSTRAKSI FERMENTASI LEGUNDI (Vitex trifolia L.) SEBAGAI BIOAKTIVATOR ALAMI DALAM MERANGSANG PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN CABAI BERDASARKAN WAKTU SECARA IN VITRO


PENGARUH SELF-ACCEPTANCE NARAPIDANA LEMBAGA PERMASYARAKATAN TERHADAP EMOTIONAL COPING STRATEGY (STUDI PADA LAPAS NARKOTIKA IIA KAB. SUNGGUMINASA GOWA)


ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN CLEANING SERVICE SEBAGAI TENAGA KERJA KONTRAK (OUTSOURCING) PT PRIMA MITRA KLIN DI UNIVERSITAS HASANUDDIN


PEMANFAATAN DAUN TREMBESI (Samanea saman) DAN MAHONI (Switenia macrophyla) SEBAGAI BIOSORBEN EMISI KENDARAAN BERMOTOR UNTUK MAKASSAR BEBAS POLUTAN


ANALISIS FUTURE ORIENTATION PADA REMAJA BERHADAPAN HUKUM (Studi pada Anak di Shelter P2TP2A Kota Makassar)






DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP MARMALADE BUAH NAGA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA JUAL PRODUK PANGAN


PENGALAMAN BARU, CALON MASA LALU


PENGALAMAN BARU, CALON MASA LALU

Oleh: Suci Sriwulandari
Angkatan 10 UKM KPI Unhas 

          Pertama-tama, perkenalkan namaku Suci Sriwulandari, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Departemen Sastra Barat Roman/Perancis, Universitas Hasanuddin, angkatan 2017. Baiklah, refleksiku akan aku awali dari aku memutuskan mendaftar di UKM KPI UNHAS, aku lupa tepatnya hari apa tanggal berapa, yang aku ingat aku menuju sekretariat UKM KPI UNHAS untuk menyetor formulir pendaftaran bersama teman-temanku pada sore itu. Di sekretariat, aku menjumpai kak Fiki, Kak Fadjrin dan kak Novi. Datang disana, berasa disambut baik oleh mereka di rumah ilmiah yang mereka cintai. Rumah Ilmiah itu adalah sekretariat sementara namun tetap terurus dan terawat.
          Tiba waktunya open recruitment tahap pertama yang panitia namakan meet and greet, hari itu adalah hari yang cukup cerah untuk membangun mood seorang perempuan yg moody-an sepertiku, karena entah mengapa aku sangat excited akan hal ini. Rasa simpati terhadap sebuah organisasi telah lama hilang dari diriku kini muncul kembali. Mengapa tidak? UKM atau organisasi ini adalah wadah yang aku harapkan dalam mengembangkan bakat yang ada pada diriku, salah satunya menulis, sebelum memutuskan mengambil jurusan sastra pun, aku memang sudah gemar menulis. Dengan menulis pikiran liar yang ku punya perlahan lahan akan berubah menjadi sebuah hal yang bermakna dan positif. Banyak hal berkesan yang aku alami pada tahap ini yang pasti membuatku bahagia sampai tertawa lepas seperti hal konyol yang dilakukan temanku, Naufal yang sangat akrab ku panggil Nopal, dia teman baikku bahkan sangat baik, aku mengenalnya sejak duduk di bangku SMP, masa SMP ku di dominasi olehnya, dia sangat baik terhadapku bahkan mungkin semua orang. Selain Nopal, aku juga punya 2 orang sahabat yang sama-sama mendaftar di UKM KPI UNHAS yang kebetulan memiliki passion yang sama terhadap kepenulisan dan sastra, mereka adalah Novia dan Wirdah, mahasiswa Sastra Jepang dan Sastra Indonesia, beberapa orang di fakultas seringkali memanggil kami dengan sebutan Trio sastra. Oh iya, aku satu SMA bahkan sekelas dengan mereka waktu itu. OPREC tahap pertama ini sangat berfaedah menurut aku, karena dari sini aku mendapat ilmu baru, aku mengenal orang-orang baru, dan mengagumi beberapa dari mereka. Jujur saja, pada OPREC tahap pertama ini aku langsung kagum kepada kak Faisal, Ketua umum UKM KPI UNHAS periode sekarang, aku kagum dengan caranya menyampaikan sambutan, ada kalimat yang beliau sebut dan akan selalu ku ingat, "Negeri ini butuh orang-orang inovatif, bukan mereka yang mencaci tanpa memberi solusi", kata beliau dengan tegas. Saat itulah aku melihat jiwa kepemimpinan pada diri beliau. Pada tahap ini juga aku banyak belajar tentang setiap bidang PKM dari presentasi-presentasi yang kakak-kakak senior tampilkan.
          Tiba saatnya tahap kedua, tahap ini adalah tahap mentoring, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dari beberapa bidang PKM, aku memutuskan memilih PKM-M pengabdian masyarakat. Perkenalkan mentor kesayanganku, namanya kak Husnul Hatimah, dia baik, cantik, lemah lembut dan selalu memotivasi. Beliau membagi kami ke dalam kelompok yang lebih kecil lagi, aku di kelompok 1 bersama teman-temanku Novia,Nihar,Marlin dan Imam, bertemu teman-teman baru yang berasa telah lama mengenalnya membuatku senang karena perasaan seperti itu memang jarang aku rasakan. Mereka baik, kita saling peduli. Aku dipercayakan menjadi ketua kelompok di kelompok kami, saat itulah semangat aku sangat berapi-api bukan karena aku ketua kelompok tapi karena tanggung jawab dan ketertarikan ku terhadap hal ini membuatku termotivasi. Setiap waktu kosong perkuliahan, aku pasti menyempatkan memikirkan tentang PKM. Karena rasa excited yang tinggi, aku tidak sabar menuju tahap presentasi bahkan aku berinisiatif membuat materi pada power point yang akan kami presentasikan. Namun, kehendak Tuhan berkata lain, salah satu hal terburuk terjadi dalam hidupku dan aku sangat tidak siap untuk itu, tepatnya jumat, 2 November 2018, H-2 presentasi ayahku berpulang ke pangkuan sang maha pencipta, entahlah setelah hari itu aku seakan tidak merasakan apapun.
          Hari baru ku mulai pada tahap wawancara, aku juga tidak mengerti mengapa aku bisa menuju tahap ini sedangkan aku tidak mengikuti tahap sebelumnya tapi aku sangat bersyukur dan selalu bersyukur akan hal baik yang di lakukan oleh  tangan-tangan baik di sekitarku. Pada tahap ini, kami para peserta di wawancarai sebanyak 3 kali, dan point wawancaranya juga berbeda-beda seperti Kepemimpinan,Kepribadian, dan Kelembagaan. Menurutku, Para pewawancara waktu itu adalah orang-orang yang cerdas dan lebih banyak berpengalaman tentunya.
          Tibalah saatnya tahap akhir pengukuhan dan TOSS (Training of Smart Students) hari itu hari bahagia bagi kami angkatan 10 karena telah resmi di kukuhkan dan disumpah untuk menjalankan tanggung jawab dan resmi pula menjadi bagian dari keluarga besar UKM KPI UNHAS. Banyak ilmu yang aku dapat dari tahap ini, aku akhirnya tahu apa itu KPI, sebuah UKM yang dirintis pada tahun 2007 dan resmi didirikan tahun 2009, aku juga bisa mengerti tujuan dari visi misi nya, devisi-devisi dari UKM KPI itu sendiri, alur keanggotaan, analisis SWOT dan refleksi yang salah satu contoh pengaplikasiannya melalui tulisan ini, di awal pembukaan materi refleksi, aku teringat dengan sebuah pepatah, "Pengalaman adalah guru yang terbaik", aku sangat setuju akan hal itu, sebuah pelajaran akan kita dapatkan dari sebuah pengalaman, kita akan tahu baik buruknya sesuatu dari sebuah pengalaman. Seperti hari itu aku juga mendapat pengalaman yg ku pikir ada sisi baik dan buruknya, sebelumnya aku ingin meminta maaf kepada kakak-kakak karena mungkin hari itu aku terlalu banyak tertawa, itu karena temanku, Nopal melakukan hal konyol lagi, dia terlambat dan katanya dia di kukuhkan online melalui Live akun Instagram UKM KPI, tentu hal itu membuat aku tertawa tapi tidak lama karena aku sadar aku sedang berada dimana.
          Hari kedua TOSS, kita sebelumnya di bagi menjadi beberapa kelompok lagi, aku di gabung ke dalam kelompok 13 dan kami mempersembahkan sebuah lagu, namun aku datang terlambat jadi tidak mengikuti persembahan. Di tahap ini kami di minta membuat surat kagum untuk salah satu senior dan kado dengan harga maksimal 10 ribu rupiah, aku memutuskan untuk membuat surat kagum untuk kak Husnul Hatimah, mentor kelompok kami saat tahap mentoring. Aku sebenarnya juga kagum pada kak Mukrima Tunnisa, dia baik, lemah lembut, cantik, anggun dan ku pikir beliau orang yang selalu ada untuk kami angkatan 10, apapun yang kami tanyakan pasti dia jawab, dia tidak pernah bosan mendengar keluh kesah kami di grup, itu sebabnya kadoku ku berikan kepada kak Mukrima, dengan harapan semoga beliau suka walaupun aku tidak bisa menyebutkan apa isinya dan pada kado itu juga aku tidak menulis namaku. Kak Fiki juga seperti kak Mukrima yang baik, murah senyum dan selalu ada, wajar karena beliau Ketua Panitia, beliau menjalankan tugasnya dengan sangat baik pula.
          Pada kegiatan TOSS ini kami di ajak bermain Ranking 1 setelah kami menunaikan ibadah sholat duhur, aku hanya sampai 10 besar pada permainan ini, permainan ini sangat seru dan menyenangkan bagiku. Setelah itu kami makan siang bersama. Pada tahap ini pula kami diajak berpikir dengan nalar, melalui diskusi analisis SWOT. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama angkatan dan senior-senior. Angkatan kami di sebut ASEP yang disingkat dari angkatan sepuluh, angkatan sejuta prestasi. Semoga itu adalah doa, semoga angkatan kami nantinya memiliki sejuta prestasi. Terima kasih sebesar-besarnya kepada kakak-kakak semua. Senang bisa menjadi keluarga. Sekarang aku hanya dapat menyimpulkan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan dan sungguh-sungguh bermanfaat.  How wonderful activities!

Jaya Penalaran, Jayalah UKM KPI UNHAS

BERCERMIN DIRI MEMBAWA LANGKAH MENUJU JEJAK PERUBAHAN



BERCERMIN DIRI MEMBAWA LANGKAH MENUJU JEJAK PERUBAHAN

Oleh: Nur Imam Masri
Angkatan 10 UKM KPI Unhas 

            Matahari terbit di pagi hari hingga terbenam di sore hari saat melakukan aktivitas keseharian, makan, minum dan aktivitas yang lain secara tak sadar memberi banyak pelajaran yang kita tidak sadari. Berbicara tentang kehidupan ada masa lalu, sekarang dan masa depan. Ada banyak hal yang yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran dengan megambil pengalaman yang lalu, optimalisasi diri hari ini, serta rencana lebih baik di masa depan. Banyak cerita hidup yang telah saya jalani, yang telah saya amati dan dapat mengambil hikmah dari jalan hidup saya. Suatu hari saat berjalan di kampus, terlihat sebuah spanduk yang menjadi awal perjalanan saya mencoba hal baru dalam organisasi kemahasiswaan “Open Recruitment UKM KPI”. Spanduk ini sangat menarik dan membuat saya tergugah, menurut saya sangat keren. Dengan judul Open Recruitment UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah sangat membuat saya tertarik dengan event keren ini. Serta terpampang foto kakak-kakak UKM KPI dengan senyum hangat yang membuat saya sangat tergugah, saya merasa kekeluargaan yang dibina sangatlah erat dan sangat menyenangkan jika dapat bergabung disini. Pertama kali mengikuti Open Recruitmen UKM KPI ini memberi saya momen baru dalam dunia pekuliahan, sangat banyak langkah, rintangan, serta hambatan untuk menggapai posisi tersebut. Mulai dari tahap pendaftaran sampai pengukuhan saya lewati dan Alhamdulillah saya resmi menjadi Anggota UKM KPI Unhas Angkatan 10. Sangatlah berkesan dan berharga, memberi kesan nyata akan usaha yang telah saya lakukan.
Pendaftaran dilakukan dengan pengumpulan formulir. Namun saat melihat jadwal yang telah ditentukan ternyata pendaftaran sebentar lagi akan ditutup. Saat itu di malam hari saya berangkat dari gowa menuju kampus unhas tamalanrea yang sangat jauh untuk bisa mengumpulkan formulir. Karena saya rasa sangat rugi jika saya tidak ikut kegiatan ini. Setelah saya sampai di gedung pkm sementara, saya yang baru pertama kali datang kesana sangat heran apakah saya datang di tempat yang benar. Lingkungan yang terpencil ruang yang sangat gelap membuat saya kebingungan. Tapi saya mencoba masuk kedalam gedung dengan arahan, akhirnya saya sampai ke sekret UKM KPI yang dikenal dengan sebutan “Rumah Ilmiah”.  Malam hari disertai dengan kemacetan di jalan, terbayarkan setelah saya masuk ke rumah ilmiah. Saya mendapatkan sambutan hangat dari kakak-kakak dan senyum sapa dengan sangat ramah. Saya pergi dengan hati gembira dan tenang serta saya rasa semua perjuangan hari ini tidaklah sia-sia. Disinilah saya semakin meyakini bahwa sabar adalah salah satu kunci kesuksesan. Dengan sabar dapat menjadikan saya pribadi yang dapat menulusuri masalah untuk mencari segala bentuk hikmah sebagai bahan refleksi dan evaluasi diri.
            Saya Nur Imam Masri, dari Departemen Informatika, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, dengan jarak yang jauh dengan tempat kegiatan Oprect membuat saya datang terlambat ketempat kegiatan. Dengan itu saya harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat mengikuti kegiatan, namun saya kadang menunda-nunda waktu sehingga saya yang tadinya dapat tiba tepat waktu menjadi terlambat ditambah dengan perjalanan yang macet menambah keterlambatan saya ke tempat tujuan. Dari hal itu saya merenungi apa yang harus saya perbuat untuk mengatasinya, saya mengerti bahwa saya harus lebih disiplin lagi dalam memanajemen waktu. Akhirnya saya mendapatkan tekad untuk itu dan alhamdulillah dalam keseharian, saya lebih bisa mengatur waktu dengan baik dan bisa lebih tepat waktu hadir dikegiatan Oprect ini.
Open Recruiment UKM KPI Unhas dengan 4 tahap penyeleksian yakni Tahap Pendaftaran, Tahap Mentoring dan Presentasi, Tahap Wawancara, dan Pengukuhan. Sungguh banyak pengalaman berharga yang saya dapat, sangat berkesan dan berarti. Tahap yang paling kontributif yakni tahap mentoring dan presentase karena melatih saya untuk lebih percaya diri dan dapat bekerja sama. Saat pertama tahap mentoring saya sangat senang karena saya dapat belajar lebih dari kakak mentor, namun harapan saya bertolakbelakang dengan realita yang terjadi. Tahap Mentoring ini menuntut saya untuk lebih aktif dan dapat bekerja sama karena akan diadakan pembagian kelompok untuk mentoring pkm 5 bidang. Saya yang kurang mampu untuk bekerja sama dengan baik disertai dengan anggota kelompok yang juga menyandang kakak senior di kampus membuat saya lebih pasif dan agak canggung untuk bekerja sama dan menjadi tidak produktif. Setelah pembagian kelompok pkm, dua hari kemudian saya mengamati tidak ada pergerakan dan kemajuan dari kerja kelompok ini semuanya terasa vakum. Hal ini membuat saya keluar dari jati diri saya dan menjadi lebih bertanggung jawab, saya harus berbuat sesuatu agar kelompok ini dapat terselamatkan. Walapun saya harus berusaha membuang rasa takut dan rasa ragu untuk menghubungi mereka, saya harus tetap mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini. Setelah berbincang dengan mereka ternyata bukanlah sesuatu yang tak mungkin, dari hal itu saya dapat lebih berani dan tak harus menganggap senior menjadi sesuatu yang sangat mengerikan, mereka sangat baik dan dapat berkomunikasi dengan baik. Dari hal ini saya dapat menjadi lebih bertanggung jawab dan dapat keluar dari sikap individual yang selama ini menghambat saya untuk lebih bekerja sama sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.
             Seiring berjalannya waktu, hari-hari selanjutnya saya amati kontribusi dan kerja sama mulai berkurang. Karena terdapat kesibukan lain serta kevakuman salah satu anggota yang menghambat berjalannya penyusunan proposal. Dan butuh waktu yang lama untuk dapat menerima kabar dari mereka, tapi saya belum menyerah saya tetap terus mengubungi agar mereka dapat terpanggil kembali. Ini adalah pertama kalinya saya menyusun proposal dan masih banyak yang belum saya ketahui apa-apa saja yang perlu dikerjakan, dan hal hal yang perlu dalam proposal. Oleh karena itu, saya membutuhkan mereka serta kak mentor untuk membimbing dan bekerja sama dalam pengerjaannya. Namun mereka yang agak sibuk membuat saya tak bisa untuk mengambil ilmu untuk saya terapkan dalam proposal nantinya maka saya hanya bisa berkonsultasi dengan kak mentor tentang proposal ini. Namun beberapa hari menjelang tahap presentasi, proposal belum rampung dan masih banyak bagian yang belum selesai. Saat itulah saya mulai merasa jenuh, bosan, dan kecewa. Saya mulai menyerah akan hal ini. Menerima dengan pasrah apa yang akan terjadi dan akhirnya saya mulai tidak bersemangat dan pasif untuk mengerjakan proposal ini. Dua  hari menjelang tahap presentasi menjadi puncak keresahan saya dan akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dalam pengerjaan proposal. Kepada kak mentor telah saya sampaikan segala keluh dan kesah dan memohon maaf untuk mengundurkan diri. Namun kakak mengatakan bukan hanya kamu yang mengalami masalah seperti ini bahkan ada yang lebih buruk daripada yang kamu alami. Jika memang kamu ingin mencapai sesuatu mengapa kamu tidak berinisiatif sendiri untuk mengerjakannya dan jika ingin menggapai dan mewujudkan suatu mimpi maka tekadkan dalam hati dan pikiran bahwa saya harus bisa menggapai itu tetap bersemangat saya yakin kamu pasti bisa. Serontak hati dan pikiran saya tergetar merenungi, bahwa saya terlalu cepat untuk menyerah ini bukan saatnya saya berdiam diri dan hanya menyaksikan apa yang akan terjadi nantinya. Setelah itu saya mulai bersemangat dan ingin lebih menampilkan sesuatu yang lebih berkesan nantinya. Saya kembali menghubungi mereka walaupun hanya salah satu yang merespon ajakan saya. Mulai lah saya berproses pengerjaan proposal dan alhamdulillah proposal  dapat selesai dengan baik dan mengesankan. Mulai dari mentoring hingga saat pengumpulan proposal, saya mendapat suatu wawasan dan pelajaran“ Kelemahan terbesar adalah menyerah. Cara paling pasti untuk sukses adalah mencoba sekali lagi. Jangan sesekali mengucap selamat tinggal bila kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Semangat!”. saya harus mencoba, saya tidak tahu takdir saya nantinya tapi tetaplah berusaha dan lakukan yang terbaik.
            Tahap selanjutnya adalah tahap presentasi. Sebelum presentasi, saya merasa sangat gugup, ini pertama kalinya saya membawakan sesuatu di depan umum kepada kakak dan teman-teman dari fakultas yang berbeda dengan angkatan yang berbeda. Saya pesimis apakah presentasi ini akan berjalan baik. Akan tetapi rasa gugup sebelum tampil dan rasa takut, terminimalisir karena semangat teman kelompok saya yang bertekad untuk menampilkan yang terbaik. Dia sangat ingin menampilkan presentasi terbaik, walaupun hanya berdua  kamipun berlatih membawakannya dan mengkreasikan kekompakan kami pada saat presentasi. Presentasi pun berjalan dengan lancar. Setelah tahap presentasi diumumkan lah kelompok yang menjadi presentasi terbaik dan alhamdulillah kelompok saya yang terpilih. Saya sangat heran dan juga sangat senang dan bahagia. Dari sini telah saya simpulkan bahwa “Usaha tak akan mengkhianati hasil”  jika kita yakin lakukan lah sebaik mungkin percaya pasti bisa dengan berusaha serta doa jika allah berkehendak pasti akan tercapai. Kukatakan dalam hati “Apapun perjuangan saya hari ini pasti akan ada hasilnya. Tetap berusaha, berdoa dan jangan pernah putus asa.”.Semangat.
Tahap selanjutnya, tahap wawancara telah saya lalui dan akhirnya yang paling saya nantikan adalah Pengukuhan Angkatan 10 UKM KPI Unhas. Dengan memakai almamater kami menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga Mars Unhas sebagai lagu lambang Universitas kami, kami nyanyikan dengan suara yang lantang dan semangat, dalam ruangan yang dingin dan tertutup suara getaran suara memenuhi ruangan itu, bulu bulu terasa merinding dan hati bergetar seraya mengatakan saya sangat bahagia. Saya katakan dalam hati inilah perjuangan saya dan hari ini telah saya lihat hasilnya sungguh sangat gembira dan bahagia. Pengukuhan telah dilaksanakan dan akhirnya saya resmi menjadi anggota UKM KPI unhas. Disertai pembacaan doa dan harapan bersama. Berakhirlah acara pengukuhan ini.
---
            Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menjalani kehidupan. Setiap langkah yang dijalani memberi cara serta mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan perspektif masing-masing. Pengalaman yang dialami tentu ada yang mengesankan dan ada pula yang tak mengesankan, tergantung dari bagaimana cara masing-masing individu melihat dan menghayatinya. Disinilah pentingnya sabar, dengan sabar dan ikhlas akan membuat kita dapat menelusuri setiap relung masalah untuk mencari segala bentuk hikmah sebagai bahan refleksi dan evaluasi diri. Dan dari pengalaman tersebut kita dapat mendapatkan pengajaran. “BERCERMIN DIRI MEMBAWA LANGKAH MENUJU JEJAK PERUBAHAN”, Pelajari sesuatu dalam hidup. Yang dapat mendatangkan pelajaran serta pengalaman sebagai pendorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang sebagai perubahan untuk diri maupun kepada orang lain.

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d:11)
Terimah kasih kepada UKM KPI Unhas yang telah mengubah saya menjadi pribadi yang lebih baik serta kakak – kakak yang berkontribusi langsung kepada kami memberikan kami ilmu dan keluarga baru yang sangat harmonis. Semoga UKM KPI Unhhas dapat berkembang lebih maju kedepannya dan semoga ilmu kakak dapat kami manfaatkan dengan baik dan dapat menjadi amal jariyah nantinya. Sangat banyak wawasan dan pelajaran yang luas yang saya dapatkan. Tak menyesal dapat ikut serta dalam kegiatan ini. Sekian.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

PETANI DAN PANDANGAN MAHASISWA


PETANI DAN PANDANGAN MAHASISWA

Jika kita bertanya pada kebanyakan pemuda mengenai jabatan seorang petani, kebanyakan dari mereka pasti akan menjawab bahwa bertani adalah pekerjaan yang melelahkan, pekerjaan yang banyak menguras tenaga dan semisalnya yang menggambarkan bahwa petani itu bukan sesuatu profesi yang menyenangkas. Ini menjadi tantangan pertanian kita di masa depan.
Jika kita kembali melirik sejarah sebelum abad ke-20, kebanyakan pemuda lebih tertarik pada profesi tani ketimbang memilih sebagai pekerja kantoran. Sehingga sampai sekarang pun kita bisa melihat orang-orang tua kita, ada yang lulus SD, SMP, dan SMA hanya berprofesi sebagai petani. Profesi petani merupakan profesi yang sangat dibutuhkan dalam suatu negara. Sektor pertanian menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam pembangunan nasinal terutama dalam penyediaan pangan untuk menunjukkan ketahanan pangan nasional. Para petani menghasilkan berbagai kebutuhan primer manusia, diantaranya adalah penyediaan bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Meskipun dianggap memiliki peran penting, tidak banyak orang atau pemuda secara khusus tertarik pada profesi satu ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah petani mengalami penurunan selama tahun 2003 hingga tahun 2013. Jumlah petani pada tahun 2003 sebanyak 10.822.510 petani, sedangkan pada tahun 2013 menurun menjadi 9.809.460 atau sekitar 9% dari tahun 2003. Usia petani juga lebih didominasi oleh kalangan usia tua. Tercatat bahwa jumlah keseluruhan kelompok umur produktif (15-64) sebanyak 880.870 rumah tangga. Dari jumlah keseluruhan tersebut, kelompok usia tani di dominasi oleh kelompok umur 35-44 tahun, yaitu 268.932 rumah tangga. Sedangkan jumlah petani kelompok umur 45 tahun ke atas sebanyak 464.129 rumah tangga. Dari sekian data-data tersebut, penurunan terjadi secara terus menerus dari tahun 2003 hingga tahun 2013.
Banyak faktor yang membuat pemuda tidak berminat untuk menjadi petani. Salah satunya adalah tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu lahan pertanian sama besarnya. Namun, keberhasilan panen hanya memberi keuntungan yang minim. Setiap bulan, petani harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 2,5 juta, di tambah biaya hidup paling sederhana setiap bulannya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 1 juta. Hal ini tidak sebanding jika panen mengalami kegagalan, sehingga kerugian dari petani lebih besar lagi. Oleh karena itu,  banyak petani yang memilih menjual lahan pertaniannya kepada orang lain. Kebanyakan petani akan bertahan ketika prospek hasil pertanian bagus. Namun, perlu disadari bahwa butuh modal yang besar untuk menjalankan proses pertanian, yang jika kita bandingkan dengan tingkat kegagalan tidak akan sesuai antara modal yang dikeluarkan dengan penghasilan yang diperoleh.
Minat dan partisipasi generasi muda menurun karena suatu penyebab, misalnya anggapan bahwa profesi petani tidak mmampu menopang masa depan, akses lahan dan modal terbatas, dan minimnya dukungan lain bagi generasi muda. Selain itu, banyak juga kendala yang dihadapi generasi muda dalam pertanian, misalnya terbatasnya akses lahan, sedikitnya akses pelayanan financial, minimnya akses terhadap pasar, dan teknologi baru untuk berpartisipasi dalam mendukung pertanian. Minat seseorang dipengaruhi oleh latar belakang lingkungan, tingkat ekonomi, status sosial, dan pengalaman (Mappiare, 1982).

MENJADI SOCIOPRENEUR MUDA


Menjadi Sociopreneur Muda

 “Sumber daya alam hanya berkontribusi 10% terhadap kemajuan suatu bangsa. Faktor yang lebih mendominasi yaitu inovasi dan kreativitas, networking, serta teknologi”
-Profesor Jamaluddin (Dosen Universitas Hasanuddin)

Secangkir Literasi dan Sociopreneur
Malam itu, Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI Unhas) melalui program kerja Secangkir Literasi kembali menyuguhkan diskusi yang berkaitan erat dengan anak muda millennial. Materi secangkir Literasi kali ini terkait dengan pembahasan Sociopreneur.
Seperti yang telah dipaparkan dibagian awal tulisan ini. Besarnya potensi sumber daya alam Indonesia, hanya akan mampu dikelola dengan baik oleh orang yang memberikan ide-ide brilian melalui inovasi dan kreativitas. Bagi sebagian orang, memanfaatkan potensi sumber daya alam terutama dalam membangun bisnis, tampaknya sulit. Tetapi bagi sebagian yang lain potensi tersebut berhasil dikelola dengan baik. Niat saja tak cukup

Inilah yang dilakukan oleh salah satu pembicara dalam secangkir literasi “Menjadi Sociopreneur Muda”, Fitrawan Mufli Haskari. Salah satu wirausaha yang bergerak di bidang Sociopreneur. Socipreneur sejatinya bukan hanya mengejar profit semata untuk keberlangsungan bisnisnya. Tetapi, ada sisi humanis yang dibalut dalam sebuah bisnis yang dijalankan.

Diskusi ini dimoderatori oleh Andi Kahfi (Staff Divisi Kajian) dan Fitrawan Mufli (CEO CV. Aroma Mattirodeceng)  yang bertindak selaku pemateri “Menjadi Sociopreneur Muda”. Malam itu bincang-bincang hangat dengan Fitrawan dimulai dengan sebuah pertanyaan

“Apa arti Sociopreneur bagi anda”?
Sociopreneur sering dikaitkan dengan dua hal antara ekonomi dengan social. Tetapi menurut fitrawan, Sociopreneur ada tiga aspek, ekonomi, social, dan teknologi. Ketika kita mampu memadukan ketiga aspek tersebut, Dari segi teknologi memudahkan dalam pembuatan suatu produk. Segi ekonomi (skala mikro) akan memudahkan dalam proses pemasaran, pencatata, dsb. Sedangkan dari segi sosial kita akan melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan suatu produk (dari hulu hingga hilir). Lanjutnya, ketiga aspek tersebut akan menghasilkan dampak yang luar biasa bagi masyarakat dan Indonesia.

Kemudian talkshow dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan yang berkaitann dengan bisnis Rolic yang sedang dibangun.

“Bagaimana anda memulai bisnis Rolic?”
Fitrawan memulai ide membuat Rolic bermula secara tidak sengaja pada Oktober 2015 silam. Saat itu, Fitrawan hendak kembali ke kampung halamanya, Pinrang, Sulawesi Selatan. Di tengah perjalanan, ia kehujanan dan memutuskan untuk berteduh di penjual jeruk pamelo, Pangkep, Sulawesi Selatan. Setelah itu, Fitra mencoba untuk mencari khasiat dari jeruk pamelo. Ternyata itu dapat dimanfaatkan jadi obat nyamuk karena mengandung minyak atsiri yang bisa menenangkan dan dapat menjadi aroma terapi. Melihat potensi dari buah jeruk yang cenderung menjadi sampah, kemudian saya berinisiatif untuk melakukan uji lab. Hingga akhirnya jeruk pamelo itu dapat bermanfaat seperti sekarang.
“Bisakah anda bercerita terkait komponen yang ada pada rolic?”
Rolic adalah sebuah terobosan inovasi dengan memadukan beberapa komponen alami untuk menghasilkan beberapa manfaat ketika kita menggunakannya. Seperti pengusir nyamuk, pengharum ruangan, hingga sebagai aroma terapi. Komponen penting dalam rolic diantaranya, Pomelo Neon sebagai lampu pijar yang terbuat dari limbah mebel dan Pomelo Relif. Komponen kedua ini, diperoleh dari hasil ekstraksi limbah kulit jeruk pamelo dan menghasilkan minyak atsiri yang mengeluarkan aroma harum. Proses pembuatan rolic tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk merakit dan menghasilkan satu produk lampu Rolic. Namun, di awal membuat produk ini, FItrawan sempat terkendala dengan keterbatasan alat ekstraksi. Sehingga, harus menyewanya dengan menggunakan biaya sendiri karena belum ada sponsor. Ia juga sering mendapat kesulitan dalam menggunakan laboratorium untuk ekstraksi. Alhamdulillah usaha yang selama ini dijalani tidak sia-sia.
“Bagaimana lika-liku menjalani bisnis ini?”
Awalnya, Fitrawan mencoba submit proposal pendanaan ke beberapa kegiatan seperti kemarin PKM 5 Bidang, PMW, Tanoto, dana beberapa yang tempat/institusi saya submit tapi ujung-ujungnya ditolak. Proposal yang Fitrawan coba submit sudah ditolak tujuh kali hingga akhirnya lolos pendanaan dari Kemenristedikti. Tepatnya pada perhelatan Perusahaan Pemulai Berbasis Teknologi (PPBT) yang diadakan oleh Kemenritekdikti. Dengan proses yang sangat panjang, tahap demi tahap. Hingga akhirnya proposal yang ditrawan ajukan mendapat dana, lumayan untuk digunakan dalam perkembangan bisnis ini.

“Bagaimana bisnis anda saat ini?
Dengan adanya dana dari Kemenristekdikti, Fitrawan sudah membangun pabrik untuk membesarkan bisnisnya. Dari segi pemasaran, Fitrawan sudah memasarkan produk ke beberapa perusahaan, hotel, dan masyarakat tentunya. Sudah ada kontrak dengan beberapa perusahaan untuk menggunakan oil dari Rolic dalam perusahaannya. Selain itu, untuk menarik minat pasar terhadap produk Rolic, Fitrawan selalu membuka stand-stand di beberapa kegiatan untuk memamerkan produk Rolic ke masyarakat.

Pertanyaan penutup dalam program kerja Secangkir Literasi “Menjadi Sociopreneur muda” terkait keterlibatan masyarakat.

“Apakah anda melibatkan masyarakat dalam usaha anda?”
Awalnya kami belum melibatkan masyarakat dalam usaha ini, tetapi untuk saat ini kami sudah melibatkan masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan produk ini. Proses keterlibatan masyarakat dari hulu hingga hilir dalam pembuatan produk Rolic. Beberapa komponen yang telah disebutkan sebelumnya, terutama dalam komponen Jeruk Pamelo (bahan baku Rolic), Fitrawan memanfaatkan masyarakat sebagai supplier. Jadi limbah tidak sekedar menjadi limbah lagi, tetapi sudah memiliki nilai tambah. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam proses pembuatan pamelo leon, lampu pijar yang berguna untuk memanaskan ekstraksi buah jeruk pamelo tadi.

Sebelum menutup acara malam itu, moderator kemudian melanjutkan sesi selanjutnya yakni sesi Tanya jawab dengan pemateri. Beberapa pertanyaan yang terlontar dari audiens bukan hanya terkait dengan lika liku Fitrawan Mufli membangun Bisnisnya, tetapi juga terkait dengan Tips dan Trik untuk membangun bisnis. Pertanyaan itu terlontar dari beberapa peserta diskusi yang juga saat ini sedang merintis sebuah usaha. Fitrawan Mufli kemudian menjawab dengan lugas setiap pertanyaan yang terlontar dari peserta diskusi. Setelah sesi Tanya jawab berakhir, moderator kemudian menutup acara diskusi malam itu. Akhir dari diskusi ini ditutup dengan sesi foto bersama. 

MENGALIR MELINTASI ZAMAN: MENEBAR IDE DAN GAGASAN TANPA BATAS


MENGALIR MELINTASI ZAMAN: 
MENEBAR IDE DAN GAGASAN TANPA BATAS

Secangkir Literasi kembali hadir yang menjadi salah satu wadah dalam mewujudkan budaya ilmiah yang dirangkaian dengan penutupan dan penganugerahan kepada peserta Kelas Opini. Malam itu, Proses bedah buku dan diskusi dari program kerja Secangkir Literasi terbuka untuk umum, peserta yang hadir bukan hanya dari Keluarga Besar UKM KPI Unhas. Acara ini kemudian dipandu oleh Kak Syuraswati yang bertindak selaku pemantik bedah buku “Mengalir Melintasi Zaman : Menebar Ide dan Gagasan Tanpa Batas” yang dimoderatori oleh Kak Akbar. Kak Syuraswati selaku pemantik kemudian menguraikan beberapa bagian dari buku yang dibuat oleh Prof.Dr.A. Arsunan Arsin. Kak Syuraswati menceritakan kisah dari buku tersebut mulai dari Prof Arsunan kecil hingga sekarang yang penuh lika liku. Menariknya dalam bedah buku yang menjadi bagian dari program kerja Secangkir Literasi juga dihadiri oleh sang penulis Prof.Dr.A. Arsunan Arsin yang akrab disapa kak Chunank.

Mengalir Melintasi Zaman: Menebar Ide dan Gagasan Tanpa Batas bercerita mengenai kisah hidup dari Prof. Arsunan dari masa kecil hingga sekarang. Buku ini terbagi atas 5 bagian utama, yaitu Episode 1962-1980 (Masa Kecil di Kampung Halaman), Episode 1981-1990 (Masa Pergulatan sebagai Aktivis Mahasiswa di Unhas), Episode 1991-1998 (Masa Pengembangan Diri sebagai Dosen), Episode 1999-sekarang (Masa Pengabdian dan Transformasi) serta Epilog. Terdapat pula tambahan “bonus” sepuluh artikel pilihan tulisan kak Chunank yang terkait dengan kompetensinya di bagian akhir.

Sebuah autobiografi yang dikemas dengan sangat menarik menjadi buku yang inspiratif untuk memahami dan mengenal lebih dekat sosok Prof. Dr.A. Arsunan Arsin. Diskusi tersebut pun berhasil menggugah dan memotivasi peserta dengan beragam kisah hidup yang telah dilalui oleh Prof Arsunan yang tentunya menghasilkan banyak percikan-percikan hikmah di tiap-tiap peristiwanya yang dilaluinya.

Berangkat dari pengalaman masa kecil yang terbilang tidak mudah, namun tetap dibarengi dengan kolaborasi didikan seorang ayah yang tegas, disiplin, kharismatik dan seorang ibu yang lemah lembut, kini mengantar seorang Kak Chunank menjadi pribadi yang tangguh dan tahan banting. Memasuki masa menjadi seorang aktivis kampus, beliau memiliki banyak pengalaman terkait aksi-aksi mahasiswa, beliau pun sempat memimpin aksi pembelaan terhadap senior yang terancam drop out. Aksi tersebut dilakukan selain faktor solidaritas, pun karena tidak ingin masalah yang sama terus berimbas pada mahasiswa yang lain. Hingga tiba di masa pengembangan diri, beliau semakin membuat kita berdecak kagum hingga perjalanannya menjadi seorang professor.

Bagian paling unik dari kisah Prof Arsunan dalam buku ini yakni saat beliau diangkat menjadi seorang dosen yang tak kurang dari 24 jam setelah berstatus sebagai alumni Universitas Hasanuddin. Beliau diterima pada Formasi dosen (satu orang dokter gigi) di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Setelah diangkat menjadi dosen, beliau kemudian melanjutkan studinya untuk focus mengembangkan karir barunya.

Memoar yang ditulis oleh Prof Arsunan yang menampilkan narasi yang apik dan inspiratif. Mengutip salah perkataan dari Saifuddin AlMughny bahwa Buku Mengalir Melintasi Zaman merupakan curahan sekaligus episode yang bagi penulisnya untuk bertransformasi ide dan gagasan, sebab hidup sang penulis yang tidak hanya mendiami kampus-kampus, bahkan ruang publik pun menjadi "sahabat". Beliau adalah 'penyaksi sejarah' bagi penulisnya, dan orang -orang tercinta di sekelilingnya.

Diskusi panjang mengenai bedah buku ini terus berlanjut hingga beberapa pertanyaan terlontar dari peserta terkait rasa ingin tahunya lebih banyak dengan kisah sang penulis. Kita tahu bahwa saat ini Prof Arsunan menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, kemudian hal ini menjadi kesempatan peserta diskusi untuk melontarkan beberapa pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang terlontar dari audiens bukan hanya terkait dengan kisah hidup yang tertuang dalam buku ini, tetapi juga terkait dengan permasalahan kampus saat ini yang melibatkan mahasiswa dan birokrasi. Prof. Arsunan kemudian menjawab dengan lugas setiap pertanyaan yang terlontar dari peserta diskusi.

Sebelum menutup acara malam itu, moderator kemudian melanjutkan sesi selanjutnya yakni penyerahan penghargaan kepada peserta Kelas Opini yang diserahkan langsung oleh Prof Arsunan selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Akhinrnya malam itu ditutup dengan sesi foto bersama.



PENGURUS 2019
image
Mohd. Riswan bin Jamal
Ketua Umum
image
Andi Khusnul Fatima Bahar
Sekretaris Umum
image
Isna Lestari
Bendahara Umum
Address

ContactInfo

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Cupiditate veritatis modi, sunt atque, reprehenderit aut!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Cupiditate veritatis modi, sunt atque, reprehenderit aut!

Address:

25, Lomonosova St. Moscow, Russia, 665087

Phone:

+01 7070771723, +01 8956412305

Email:

support@myname.com