Postingan

KULIAH KERJA NYATA DI MAHKAMAH KONSTITUSI, BENTUK PENGABDIAN SARAT NUANSA KEILMIAHAN

KULIAH KERJA NYATA DI MAHKAMAH KONSTITUSI, BENTUK PENGABDIAN SARAT NUANSA KEILMIAHAN

Oleh:
Muhammad Mubarak Chadyka Putra

MAHKAMAH KONSTITUSI, JAKARTA - Mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Mahkamah Konstitusi adalah pengalaman penting bagi mahasiswa, bukan hanya bagi mahasiswa hukum yang kelak bertugas di lembaga peradilan Tetapi juga mahasiswa non hukum karena konstitusi adalah aturan dasar yang mengatur segala unsur kehidupan di masyarakat. Ini bukanlah Mahkamah biasa tapi luar biasa. Pengalaman inilah yang dirasakan oleh 2 anggota KPI Unhas, Muhammad Mubarak Chadyka Putra (Fakultas Hukum, 2013) dan Hartarto Akhmad (Fakultas Kedokteran, 2013)
Hartarto Akhmad  (Staff Divisi Penelitian)
dan Muhammad Mubarak CP (Staff Divisi Humas)
di sela KKN Mahkamah Konstitusi
Sekadar untuk diketahui, Mahkamah Konstitusi adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan amandemen ketiga Undang-Undang Dasar (UUD 1945). Lembaga ini berhak menguji UUD. 9 Hakim dalam lembaga itu adalah manusia “sakti”, terpilih dari 250 juta raktyat Indonesia, dan berhak menafsirkan apa yang diamanatkan oleh dasar negara Republik Indonesia.
Di bawah UUD, Mahkamah ini mendapat wibawa besar. Di gedung Mahkamah Konstitiusi, para pengunjung sidang harus menunjukkan ketertiban maksimal. Mereka dilarang mengantuk, duduk tidak sopan, atau mengambill gambar sembarangan. Lambang burung garuda, simbol negara itu, tampil gagah persis di bagian atas kursi para hakim. 
Layanan di Mahkamah ini juga maksimal. Balai sidang yang luas, sejuk, lengkap dengan perangkat sidang modern. Teks sidang yang sedang berjalan bisa dibaca di layar monitor, dan para staf sigap melayani wartawan dengan informasi yang dibutuhkan. Keputusdan sidang langsung diunggah hari itu juga ke situs makhkamah konstitusi lewat jalur internet atau online. Bagi yang tak sempat hadir, bisa menyaksikan siaran langsung sidang melalui streaming di situs web Mahkamah Konstitusi.
Keunikan Mahkamah Konstitusi bukan hanya pada fasilitas. Lihatlah argumentasi para hakim konstitusi. Putusan mereka kerap diperkuat analisa hukum dan teori hukum ilmiah. Para hakim kadang sangat mempesona dengan kefasihan mereka mengucapkan jargon hukum dalam bahasa latin. Pihak yang kalah di peradilan konstitusi, sering berujar, “Biar kalah tapi puas, karena argumentasinya ilmiah”. 
Diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan KKN di Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu bentuk praktik guna mengetahui bagaimana roda mekanisme kewenangan Mahkamah Konstitusi dijalankan, baik dalam hal pengujian undang-undang terhadap UUD 1945, sengketa hasil pemilihan umum, sengketa kewenangan lembaga negara maupun memutus pembubaran partai politik. KKN di Mahkamah Konstitusi menjadikan ilmu yang berada di kelas tidak hanya sebagai kajian teoritis, wacana maupun textbook semata.
Dalam pelaksanaan KKN MK ini, jumlah mahasiswa yang menjadi peserta adalah 10 orang yang berasal dari hasil seleksi ketat tingkat universitas.  Mahasiswa yang KKN di MK ini kemudian disebar ke tiga bagian yang telah dipersiapkan oleh pihak MK yaitu di bagian Permohonan, Persidangan dan Risalah. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti berbagai persidangan dengan perkara dan agenda sidang yang beragam. Mahasiswa kemudian dilatih untuk menyelesaikan tugas membuat resume persidangan, ikhtisar putusan, legal opinion terkait salah satu perkara yang diuji, dan terakhir peserta KKN MK membuat sebuah riset tentang kewenangan MK dalam memutus pembubaran partai politik melalui studi komparasi di berbagai negara.

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai KULIAH KERJA NYATA DI MAHKAMAH KONSTITUSI, BENTUK PENGABDIAN SARAT NUANSA KEILMIAHAN
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Lembaga Pengabdian Masyarakat

    BalasHapus

UKM KPI Unhas Designed by A. Khalil Gibran Basir and Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.